text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Pupuk MPK Pelangi Dinilai tak Berkualitas
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Friday, 12 March 2010

Pupuk MPK Pelangi Dinilai tak Berkualitas

Petani di Kecamatan Bolo dan Madapangga, mengeluhkan kualitas pupuk MPK pelangi sebagai pengganti KCL. Pasalnya, pupuk tersebut ‘merusak’ tanaman warga. Seperti para petani di Desa Rade Kecamatan Madapangga, merasakan dampak setelah memupuk tanaman padi mereka dengan menggunakan urea yang dicampur MKP Pelangi.
Keluhan yang sama juga dikatakan Drs. H.A.Rahman. Dia mengakui rendahnya mutu pupuk MPK Pelangi. “Tahun lalu, kami juga menggunakan pupuk urea yang dicampur KCL. Tapi tanaman kami subur. Nah tahun ini, pemupukan dengan cara yang sama dengan tahun lalu, justru tanaman kita menjadi warna
kuning dan merah, “ herannya.
Hasil pantuannya di sejumlah desa di Kecamatan Bolo-Madapanga, tanaman padi para petani rusak karena menggunakan MPK Pelangi seperti tanaman petani di Desa Leu, sekitar 75 persen. Demikian juga dengan padi masyarakat di Desa Kananga, Rato, Bontokape,Tambe, sementara di Kecamatan Madapangga kehancuran terjadi pada sejumlah tanaman petani di Desa Rade juga sekitar 75 persen dari seluruh lokasi.
Kepala BPP Pertanian Bolo, Husni Tamrin yang dikonfirmasi terkait pernyataan
sejumlah petani soal pupuk MPK Pelangi yang merusak tanaman, membantah keras hal tersebut. “Tidak benar kalau pupuk MPK Pelangi membawa bencana bagi petani, karena kualitas pupuk MPK Pelangi sudah teruji dan dikatakan memiliki kwalitas yang sangat tinggi,“ tepisnya.
Menurutnya, tanaman padi yang diserang hama wereng dan virus pungro, telah diantisipasi pihaknya dengan melakukan penyemprotan massal. Namun upaya dan usaha yang dilakukan tersebut tidak mebuahkan hasil karena virus pungro yang menyerang sejumlah tanaman padi sudah mewabah.
“Kita tidak apatis, tidak menutup mata terkait adanya persoalan yang menimpa. Kita sudah melakukan berbagai upaya meski tidak membuahkan hasil,” tandasnya. (Joe)

No comments:

Post a Comment