text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Korban Luka Tembak Dirujuk ke RSU Mataram
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Friday, 18 June 2010

Korban Luka Tembak Dirujuk ke RSU Mataram

Sekitar tiga orang korban yang terkena peluru karet aparat Kepolisian saat insiden demo penolakan hasil Pemilukada Kabupaten Bima depan Sekretariat KPU Kabupaten Bima, dirujuk ke Rumah Sakit Mataram.
Tim medis RSUD Bima nampaknya tidak mampu menangani pasien tersebut, menyusul keterbatasan peralatan untuk mengeluarkan benda asing yang diduga serpihan peluru karet yang masih bersarang. “Hari ini kita sudah nyatakan agar ke tiga orang tersebut dirujuk saja ke rumah sakit Mataram,” ucap Direktris RSUD Bima Hj.Tini Wijanari yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu kemarin.
Kepastian jumlah pasien korban insiden demo Pemilukada yang dirujuk, masih simpang siur diperoleh koran ini. Direktris RSUD Bima menyebutkan hanya tiga orang saja. Informasi lain ada empat orang yang masih membutuhkan pertolongan medis lanjutan.

Pasien-pasien dimaksud yakni, Syamsuddin asal Desa Woro Kecamatan Madapangga terkena peluru pada bokong, Syamsuddin asal Desa Rabakodo Kecamatan Woha terkena peluru paha kiri, M.Nur asal Desa Woro terkena bagian paha kiri dan Nurdin asal Desa Rabakodo terkena paha kanan.
Sebelumnya, pihak RSUD Bima menyebutkan dari 13 orang korban peluru karet, masih ada 7 orang korban yang belum berhasil dikeluarkan serpihan peluru, berdasarkan hasil foto yang dilakukan pertama kali.
Namun Rabu kemarin, pihak RSUD Bima melakukan foto ulang dengan hasil ada 4 orang korban yang disinyalir masih bersarang serpihan peluru. “Seorang dari korban sudah dikeluarkan saat operasi dengan dokter spesialis bedah tadi (kemarin),” ungkap Tini.
Dari empat orang korban yang disebut-sebut akan dirujuk ke rumah sakit di Mataram berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, hanya dua orang korban saja yang berkeinginan mendapat pengobatan lebih lanjut. Kedua orang dimaksud yakni Syamsuddin asal Desa Woro dan M.Nor.
Sementara korban Syamsuddin dan Nurdin sementara ini menolak untuk dilakukan pengobatan lanjutan di rumah sakit Mataram. Informasi yang diperoleh, Syamsuddin dan Nurdin tidak jadi dirujuk karena tidak disetujui pihak keluarga. “Kalau diantar keluarga saya mau dirujuk. Tapi kalau dikawal Polisi saya tidak mau,” ucapnya. (JOE)

No comments:

Post a Comment