text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Warga Roi dan Roka Kembali ‘Perang’
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Wednesday, 27 October 2010

Warga Roi dan Roka Kembali ‘Perang’

Pertikaian antara warga Desa Roi Kecamatan Palibelo dan Desa Roka Kecamatan Belo, kembali terjadi. Sedikitnya 6 orang, terluka akibat perang saudara itu. Kabar yang terendus, pemicunya warga Roi dilempar warga Roka, Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Delapan orang warga Roi yang beriringan mengangkut kol dengan benhur (kendaraan tradisional semacam sado) mengantar Kol ke pasar Tente. Ketika rombongan benhur itu berada di perbatasan Desa Roi, mereka dikagetkan dengan lemparan batu dari arah gunung.
Salah seorang kusir Edy Junaid yang terkena lemparan, mengaku, Selasa dini hari bersama kusir asal desa Roi antar Kol ke Tente. Tepat di perbatasan atau pertigaan jalan menuju Lambitu, mereka dilempari dari atas gunung. Lemparan pertama kena kuda dan lemparan kedua kena kaki kiri M Sidik. “Posisi saya di urutan keempat, lemparan dari gunung mengenai lengan kiri sehingga terluka. Dan kami pun putar arah benhur, tidak jadi teruskan perjalanan menuju Tente. Saya bersama 7 kusir yang lain terpaksa lewat jalan baru Dore-Talabiu,” tutur Edy, di Desa Roi, Selasa Kemarin.Informasi lain yang diendus, sekitar pukul 06.00 Wita ada warga Roka dibacok warga Roi. Warga Roka bernama Durasi, pagi itu tengah mengantar warga Renda yang menanam bawang di Dore. Masuk wilayah Roi, Durasi langsung di bacok. Akibatnya Durasi mengalami luka bacok di punggung.
Selang beberapa saat kemudian, pengojek asal Roka M Ali, mengalami hal serupa saat mengantar penumpang asal Renda ke Dore. “Bentrok antar kampung ini kembali terjadi karena ada dua orang warga Roka dianiya oleh warga Roi, sehingga warga Roka balas dengan melakukan penyerangan ke Desa Roi,” ujar salah seorang warga Roka.
Dengan adanya jatuh korban, bentrok antar kampung sulit terelakan lagi, warga ke dua desa saling serang di persawahan. Tanaman jagung banyak yang ditebang, agar kedua kubu bentrokan di lokasi terbuka. Kedua warga desa saling serang mulai pukul 08.20 Wita.
Sekitar pukul 10.05 Wita, pasukan Dalmas Polres Bima tiba di lokasi, di pimpin langsung Kabag OPS Kompol Indra Lutrianto, SH.Msi dan Kasat Samapta AKP Abidin, Kasat Bina Mitra, N Mandra serta kasat Intelkam. Pasukan Dalmas masuk ke lokasi saat kedua kubu saling lempar batu dan panah serta ada juga yang menggunakan senjata angin.
Namun, pasukan Dalmas tidak mampu pukul mundur warga ke dua desa bertikai. Sekitar 15 menit kemudian, datang Kapolres Bima, AKBP Fauza Barito. Kapolres langsung perintahkan tarik pasukan dan tunggu situasi tenang. Perintah aparat agar warga mundur dan mengentikan pertikaian, tak digubris. Bahkan pasukan Dalmas sudah memberikan tembakan peringatan. “Pasukan segera mundur dan siaga di jalan raya, jangan sampai ada anggota terluka terkena panah. Suruh tenang dulu warga untuk beberapa menit,” perintah Fauza dengan pengeras suara dari jalan raya.
Selain petinggi Polres Bima, di Desa Roi Roka terlihat Kepala Kesbanglinmas, Drs Syafrudin, Camat Belo, M Candra K, Camat Palibelo, Drs Zainuddin bersama stafnya. Penarikan pasukan dalmas, ditengah sawah warga juga sempat berhenti saling serang. Namun tak lama kemudian, aksi saling serang kembali terjadi, surau warga Roka ada yang dibakar dan dirobohkan. Kebetulan Lokasi bentrokan, sawah milik warga Roka.
Sekitar pukul 11.05 Wita, dari jalanan sudah terlihat situasi agak adem. Tidak terlihat warga saling serang, situasi demikian digunakan oleh Kapolres Bima untuk masuk dalam lokasi aksi yang diikuti pasukan Pol PP kabupaten Bima dibawah komando Iskandar, pasukan Dalmas dibagi dua demikian pula pasukan Pol PP ke warga Roi dan Roka. Meski saat itu lokasi bentrok sudah tak terlihat lagi warga ke dua desa, namun kosentrasi massa di dua desa masih terlihat, ada yang pegang parang, panah dan tombak. (BIM)

No comments:

Post a Comment