text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Seminar Sehari LP2DER Bima
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Wednesday, 28 November 2012

Seminar Sehari LP2DER Bima


Indonesia adalah laboratorium bencana bahkan sering disebut sebagai supermarketnya bencana. Salah satu daerahnya yaitu Kota Bima, yang berpotensi rawan bencana alam maupun non alam. Demikian di katakan Wakil Walikota Bima, H.A.Rahman H.Abidin saat membuka acara Seminar Sehari bertema “STRATEGI MEMBANGUN KOTA TANGGUH MELALUI PENGARUSUTAMAAN PRB DENGAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN”, di Aula Pemkot Bima, Senin, 26/11/2012.

Dikatakannya, peran BAPPEDA dan SKPD terkait sangat di harapkan. Paling tidak pengambil kebijakan di masing-masing SKPD hadir, sehingga apa yang dihasilkan dari seminar ini dapat diimplementasikan pada tingkat SKPD masing-masing. “ini dimaksudkan agar kegiatan seperti ini dapat menghasilkan sesuatu yang berguna dan tidak sia-sia”, jelasnya.

Karena itu, sesuai amanat UU No 24/2007 tentang PB (Penanggulangan Bencana), di harapkan pada semua aparat pemerintah, kalangan dunia usaha dan organisasi sosial kemasyarakatan perlu waspada untuk mencegah dan tanggap terhadap penanggulangan bencana. Harapannya, Kota Bima menjadi daerah yang tangguh terhadap bencana.



Sementara itu, Direktur LP2DER Bima Ir. Bambang Yusuf yang memfasilitasi kegiatan itu mengatakan, kegiatan seminar sehari dilaksanakan dengan tujuan agar dapat menyatukan pemahaman para pengambil kebijakan tentang paradigma baru penanggulangan bencana, kebijakan penanggulangan bencana serta perencanaan pembangunan dan penganggaran. “harapannya akan munculnya komitmen dari para pengambil kebijakan untuk dapat mendukung upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di Kota Bima”, jelasnya.

Seminar ini sangat tepat dan memiliki makna penting untuk memberikan pemikiran tentang pemahaman para pengambil kebijakan, khususnya dalam sistem perencanaan dan penganggaran penanggulangan bencana dalam upaya membangun dan memperkuat ketangguhan terhadap bencana di kota Bima, lanjutnya, seraya mengharapkan koordinasi dan kerjasama multipihak terkait Penanggulangan Bencana.

Peserta yang terlibat pada kegiatan seminar ini adalah pengambil kebijakan di lingkup Eksekutif dan Legislatif, TNI dan Polri serta perwakilan ormas, dengan jumlah peserta 50 orang, dan terlaksana atas dukungan Oxfam Indonesia, Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan The European Commission’s Humanitarian Aid Department (ECHO)”, pungkasnya.

Seminar sehari ini juga, menghadirkan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Drs. Mukhtaruddin, M.Si. dan Kepala BPBD Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, ME. [Yoeris]

No comments:

Post a Comment