text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Telat, Mobil Pemadam Dilempar Massa
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Tuesday, 22 December 2009

Telat, Mobil Pemadam Dilempar Massa

Kaca depan mobil pemadam kebakaran milik kantor Kecamatan Monta hancur dilempari massa di Desa Samili Kecamatan Woha, Sabtu malam. Diduga, reaksi spontan massa tersebut dipicu keterlambatan mobil SAR tiba di lokasi kebakaran yang menghanguskan isi rumah Mas’ah warga setempat.

Informasi yang dihimpun Koran ini, pelemparan tersebut bermula pada saat kehadiran satu unit mobil pemadam kebakaran yang didrop dari kantor Kecamatan Monta. Kedatangan mobil pemadam tersebut hendak memadamkan kobaran api yang melahap seluruh isi rumah milik Mas’ah.

Namun sayangnya, kehadiran mobil pemadam tersebut justru disambut oleh massa dengan aksi pelemparan yang diduga dengan menggunakan batu. Reaksi massa tersebut lantaran mobil pemadam tiba setelah api telah padam.

Bahkan bale-bale, tumpukan batu serta tumpukan beda-benda lainnya, diterjang mobil pemadam tersebut setelah mendapat sambutan pelemparan dari massa. “Mobilnya langsung melaju kabur tanpa berhenti,” ucap beberapa warga setempat.

Menurut beberapa warga Desa setempat, reaksi massa tersebut buah dari kekecewaan yang terpedam. Sebab, pada saat peristiwa kebakaran pada beberapa bulan sebelumnya, yang menghanguskan tiga unit rumah di Desa setempat, juga kehadiran mobil pemadam telat.

Pengakuan beberapa orang warga yang ditemui Koran ini di lokasi peristiwa kebakaran, massa kesal dengan mobil pemadam yang hadir setelah api berhasil dijinakkan warga secara manual dengan gotong royong.

Massa setempat juga pada malam tersebut hendak mendatangi kantor Kecamatan Woha. Untungnya keinginan massa tersebut dapat diantisipasi oleh Kepala Desa setempat. Niat massa akhirnya tertunda.

Kepala Desa Samili Muhamad Hatta yang dikonfirmasi via ponsel Ahad kemarin, membenarkan adanya reaksi dari massa sebagai luapan kekecewaan. “Memang benar kejadian itu. Itu berawal dari keterlambatan tibanya mobil pemadam,” ujarnya.

Ia mengatakan, mobil pemadam tersebut tiba di lokasi setelah kobaran api di rumah korban telah berhasil di jinakkan oleh warga. “Kejadiannya memang sangat disesalkan. Keterlambatan itu yang membuat sebagian anak-anak muda bereaksi,” tuturnya.

Ia mengakui, usai insiden pelemparan tersebut massa hendak bertolak menuju kantor Kecamatan Woha untuk mempertanyakan keterlambatan kedatangan bantuan mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian. (Bim)

No comments:

Post a Comment