text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Petani Woha Disarankan Buat Bedeng
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Wednesday, 22 September 2010

Petani Woha Disarankan Buat Bedeng

Menyikapi cuaca yang diluar jangkau dan curah hujan yang menyebabkan lahan pertanian di Kecamatan Woha gagal panen, UPT Pertanian setempat menyarankan agar bercocok tanam dengan membuat bedengan.
Abdul Haris, Sekretaris UPT Pertanian Kecamatan Woha, mengatakan, pihaknya tidak bisa menduga dengan adanya fenomena alam yang terjadi di sekitar, seperti adanya curah hujan yang tinggi khususnya di tahun 2010. Kondisi tersebut membuat pihak UPT pertanian turun dan melakukan pembinaan kepada para petani untuk melakukan pola tanam yang teratur dalam artian menyesuaikan dengan gejala alam yang terjadi seperti membuat bedengan pada sawah yang ditanami bawang maupun varietas lainnya. Hal itu dilakukan agar proses pengairannya bagus dan tanaman tidak terendam air hujan maupun banjir yang mengakibatkan proses pertumbuhan tanaman tersebut jadi rusak.

Selain melakukan penyemprotan secara baik, lanjutnya, para petani agar menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang supaya unsur hara dan kestabilan pH tanah tetap terjaga sebelum ditanamnya padi nantinya, tambah Abdul Haris.

Senada juga disarankan Masykur, Kepala BPP Woha. Dikatakannya, upaya penyuluhan seperti itu sebelumnya sudah sering dilakukan pihak BPP terhadap para petani di kecamatan Woha. Namun terkadang, para petani kurang memiliki kesadaran dalam penanaman dan selalu menyesuaikan dengan kebiasaan yang terjadi pada tahun sebelumnya. “Harus diakui juga, itu semua adalah hak petani, kita hanya sebagai mediator,” tambahnya.

Tak bisa dipungkiri dengan pertimbangan ekonomis dan melihat kondisi pasar tentang naiknya harga bawang para petani menanam bawangnya selama tiga kali. Tetapi kita harus memperhatikan juga pola penanaman yang bagus, seperti membuat bedeng, ketika hujan turun, maka air tersebut tidak lagi merendam tanaman tersebut. jelasnya. (BIM)

No comments:

Post a Comment