text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Waktu Semalam, Perampok Bobol Lima Rumah
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Tuesday, 16 November 2010

Waktu Semalam, Perampok Bobol Lima Rumah

Sedikitnya lima unit rumah warga Kampung Sarae Desa Rabakodo Kecamatan Woha, dibobol maling dalam waktu semalam. Kabarnya, maling beraksi secara bersamaan Senin (15/11) sekitar pukul 03.00 dini hari.
Informasi yang diperoleh Jompa Mbojo, lima rumah yang berhasil dibobol maling tersebut diantaranya, milik Adnan, Ramli, Sumardi, M.Ali dan Sahbudin. Selain rumah-rumah tersebut, deretan rumah lain yang ada di sekitar itu juga sempat diincar oleh kawanan maling. Namun aksi mereka cepat diketahui pemilik rumah.
Menurut beberapa sumber di Dusun Sarae Desa Rabakodo, dalam aksinya pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan, Hand Phone, uang dan barang elektronik. Hingga saat ini, pihak aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Jumlah kerugian yang dialami korban, belum diketahui pasti. Namun dari informasi yang diperoleh, total kerugian keseluruhan mencapai ratusan juta rupiah.

Hafid, warga Kampung Sarae, mengaku, memergoki aksi pencuri yang mencongkel jendela rumahnya. Dia melakukan beberapa hal untuk mengusir kawanan pencuri yang berusaha membobol rumahnya itu. “Saat mereka (pencuri,red) mencongkel jendela rumah, saya batuk-batuk dan menyalakan lampu rumah. Dengan cara saya itu, maling mengindar,” katanya.
Dia menduga, pencongkelan rumahnya itu dilakukan setelah kawanan pencuri itu membobol beberapa rumah lainnya. Karena beberapa saat setelah rumahnya dicongkel, terdengar suara teriakan serta melihat orang yang saling kejar-kejaran. “Kawanan pencuri itu sempat dikejar oleh massa. Namun mereka berhasil meloloskan diri setelah melintasi persawahan di timur jalan raya,” urainya.
Camat Woha, Drs. Dahlan, menjelaskan, dari informasi yang berhasil diserap pihaknya dari masyarakat, aksi pencurian itu dilakukan oleh beberapa kelompok. Sayangnya, pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan setempat, belum mengetahui asal pelaku. “Kawanan perampok itu jumlahnya puluhan orang dan melakukan aksi dalam waktu yang bersaamaan. Dan aksi mereka kategori perampokan,” ucap Dahlan.
Dalam aksinya, lanjut Camat, kawanan perampok itu bersenjata. Kata Camat, diantaranya ada yang memegang Pistol rakitan. Selain itu kawanan itu juga masing-masing memegang pedang yang panjanganya mencapai satu meter. “Aksi seperti ini perlu diwaspadai. Dan kami telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian serta aparat desa untuk mulai aktifkan ronda malam,” tandasnya. (BIM)

No comments:

Post a Comment