Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Woha mengeluhkan kualitas air yang didistrusikan di rumah mereka. Pasca diaktifkan sumber mata air Dam Pelaparado, suplay air oleh PDAM menjadi keruh.
Suhada asal Desa Nisa Kecamatan Woha, kecewa dengan pelayanan PDAM Bima yang tidak profesional dalam mendistribusikan air kepada pelanggan. Katanya, sejak 10 hari lalu dia tidak menggunakan air leding lantaran keruh. “Air PDAM ini sumber utama kami untuk memenuhi kebutuhan. Tapi karena kualitasnya yang kurang bagus, terpaksa kami ambil air sumur,“ akunya, Senada juga dikeluhkan Ma’ani asal Desa Rabakodo. Ibu rumah tangga ini lebih kecewa karena air PDAM berbau tak sedap. Katanya, pelayanan PDAM tidak sepadan dengan pembayaran yang dilakukan oleh setiap pelanggan. “Setiap bulan kita membayar tagihan air. bahkan kalau telat bayar kami didenda. Nah, giliran air kita kotor, apakah mereka (PDAM,red) mengeluarkan denda untuk pelanggannya,” kata Ma’ani.
Dia berharap, PDAM Bima segera mengatasi keruh dan baunya air yang didistribusikan ke pelanggan, agar air PDAM bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-sahari. “Air PDAM sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi kami, dari tiu kami berharap agar pihak PDAM memberikan pelayan terbaiknya,” pintanya.
Kepala PDAM Cabang woha Muhtar AB yang ditemui dikantornya, mengakui keruh dan kurang sedapnya aroma air PDAM yang didistribusikan ke pelanggan. Dia mengaku, kekotoran air tersebut diluar dari perhitungan tekhnis pihaknya. “Keruhnya air saat ini tengah kami atasi,” akunya.
Dijelaskan Muhtar, air dari Dam Pelaparado sudah sangat bersih dan telah melewati proses filterisasi. Katanya, keruhnya air yang didistribusikan tersebut berlatar kurang telitinya petugas dalam mengatur tekanan air. “Tekanan air dari Dam Pelaparado sangat kencang dibandingkan dengan tekanan yang lama. Artinya tanah-tanah yang mengendap pada pipa yang lama itu jadi bergerak akibat tekanan air yang keras,” kilahnya.
Muhtar berharap kepada masyarakat agar bersabar, karena saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan. “Kira-kira 15 hari lagi kami akan tuntaskan masalah ini. Tidak mungkin kami tinggal diam dengan keluhan-keluhan masyarakat, apalagi ini adalah program yang diberikan pemerintah pusan lewat pemerintah Daerah Kabupaten Bima,”tandasnya. (Mus)
Suhada asal Desa Nisa Kecamatan Woha, kecewa dengan pelayanan PDAM Bima yang tidak profesional dalam mendistribusikan air kepada pelanggan. Katanya, sejak 10 hari lalu dia tidak menggunakan air leding lantaran keruh. “Air PDAM ini sumber utama kami untuk memenuhi kebutuhan. Tapi karena kualitasnya yang kurang bagus, terpaksa kami ambil air sumur,“ akunya, Senada juga dikeluhkan Ma’ani asal Desa Rabakodo. Ibu rumah tangga ini lebih kecewa karena air PDAM berbau tak sedap. Katanya, pelayanan PDAM tidak sepadan dengan pembayaran yang dilakukan oleh setiap pelanggan. “Setiap bulan kita membayar tagihan air. bahkan kalau telat bayar kami didenda. Nah, giliran air kita kotor, apakah mereka (PDAM,red) mengeluarkan denda untuk pelanggannya,” kata Ma’ani.
Dia berharap, PDAM Bima segera mengatasi keruh dan baunya air yang didistribusikan ke pelanggan, agar air PDAM bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-sahari. “Air PDAM sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi kami, dari tiu kami berharap agar pihak PDAM memberikan pelayan terbaiknya,” pintanya.
Kepala PDAM Cabang woha Muhtar AB yang ditemui dikantornya, mengakui keruh dan kurang sedapnya aroma air PDAM yang didistribusikan ke pelanggan. Dia mengaku, kekotoran air tersebut diluar dari perhitungan tekhnis pihaknya. “Keruhnya air saat ini tengah kami atasi,” akunya.
Dijelaskan Muhtar, air dari Dam Pelaparado sudah sangat bersih dan telah melewati proses filterisasi. Katanya, keruhnya air yang didistribusikan tersebut berlatar kurang telitinya petugas dalam mengatur tekanan air. “Tekanan air dari Dam Pelaparado sangat kencang dibandingkan dengan tekanan yang lama. Artinya tanah-tanah yang mengendap pada pipa yang lama itu jadi bergerak akibat tekanan air yang keras,” kilahnya.
Muhtar berharap kepada masyarakat agar bersabar, karena saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan. “Kira-kira 15 hari lagi kami akan tuntaskan masalah ini. Tidak mungkin kami tinggal diam dengan keluhan-keluhan masyarakat, apalagi ini adalah program yang diberikan pemerintah pusan lewat pemerintah Daerah Kabupaten Bima,”tandasnya. (Mus)
No comments:
Post a Comment