text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: KUPT Pertanian Palibelo Gelar Pertemuan dgn Kelompok Tani Oi Bombo
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Tuesday, 7 February 2012

KUPT Pertanian Palibelo Gelar Pertemuan dgn Kelompok Tani Oi Bombo


KUPT Pertanian Palibelo

Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pertanian Kecamatan Palibelo Arifin, SP. Selasa (7/2) melakukan pembinaan kelompok terhadap kelompok pelaksana program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kelompok Tani Oi Bombo Desa Roi Kecamatan Palibelo.

Dijelaskannya, bahwa pertemuan itu di lakukan dalam upaya pembinaan terhadap kelompok. Pembinaan itu dilakukan dalam upaya peningkatan produksi dan pendapatan para petani. Program SLPTT tahun anggaran 2011, di ikuti sekitar 35 orang anggota kelompok. Untuk pelaksanaan program Sekolah Lapangan, di butuhkan lahan seluas 25 Ha. Sedangkan untuk SLPTT, hanya butuh lahan 1 hektar. “Pertemuan kami merupakan pertemuan rutin” ujar Arifin.


Lanjutnya, pada lahan yang di gunakan untuk program SLPTT di coba untuk pengembangan bibit padi varietas Inpari 13. Inpari 13 merupakan bibit unggul, namun dalam program Varitas Unggul Bibit (VUB) selain inpari 13, ada juga inpari 4, 7 dan 10 yang merupakan satu paket VUB. “Pada musim tanam sekarang, kami coba untuk mengembangkan Inpari 13. Merupakan bibit unggul dengan proses panen lebih cepat,” urainya. Inpari 13, lebih cepat berbulir. Hanya butuh waktu 103 hari, itulah keunggulan Inpari 13 di bandingkan dengan varietas bibit unggu lainya. “respon para petani dengan bibit Inpari 13 cukup baik,” tandas Arifin.

Amiruddin , salah seorang petani mengatakan pertemuan kelompok yang dilakukan sekarang merupakan pertemuan rutin, dapat dimanfaatkan untuk dialog antara petugas dengan petani. “Pertemuan semacam ini, sangat diharapkan oleh para petani. Pasalnya, banyak persoalan tanaman yang harus diketahui, baik pola perlakuan tanaman, cara pemupukan dan cara panen agar bisa mengurangi kerugian.” Ujar Amiruddin.

Menurutnya, cara panen yang masih harus dipahami para petani. Pada saat panen, banyak bulir padi yang tidak bisa di ambil. Demikian juga saat pengeringan, tidak sedikit bulir padi berceceran. Hal itu akan mengurangi nilai ekonomisnya, bagaimana para petani kelola hasil panen pasca panen. Para petani yang ada di Roi masih dangkal pengetahuan untuk itu, dengan adanya  pertemuan semacam itu akan membawa manfaat besar bagi para petani lebih khususnya anggota kelompok. (Orys)

No comments:

Post a Comment