text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: BMKG Bima Paparkan Pengaruh Cuaca Ekstrim
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Thursday, 22 March 2012

BMKG Bima Paparkan Pengaruh Cuaca Ekstrim


Bima, (SM).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bima menggelar sosialisasi cuaca ektrim. Kegiatan itu, dilangsungkan dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2012 (Jum’at, red).

Kepala BMKG Bima, Catur Winarti, SP mengatakan, dalam memperingati hari Metrologi Dunia, jajarannya menggelar kegiatan sosialisasi yang kebetulan di Bima sekarang sedang menghadapi cuaca ektrim. Selain itu, juga supaya publik maklum terhadap tugas dan fungsi badan yang dipimpinnya. “Kami coba sosilisasi supaya masyarakat tahu akan tugas dan fungsi BMKG. Yang juga secara kebetulan kami akan memperingati hari metrologi dunia tahun ini”, urai Catur, Selasa (20/3) di ruang kerjanya.


Kata dia, untuk musim kemarau tahun 2012, diprediksi akan dimulai pada April pekan ke II atau Mei pekan ke II. Sedangkan angin dan hujan sudah agak berkurang, akan tetapi masih harus diwaspadai karena aktifitas pusat tekanan rendah di utara Australia. Juga diwaspadai, adanya gelombang tinggi mencapai 3 sampai 4 meter di perairan utara dan selatan Sumbawa. “Wilayah Bima ini, sering dilanda angin kencang. Namun belum sampai terjadi putting beliung”, papar Catur.

Berdasarkan zona BMGK Bima/Dompu, wilayah Zona di bagi IV yakni zona I meliputi wilayah Bima Utara dan Dompu Utara. Sedangkan Zona II merupakan wilayah Dompu, dan zona III meliputi wilayah Bima Selatan serta zona IV yang meliputi wilayah Kabupaten Bima Timur. “Di kantor kami kini sudah tersedia tiga tenaga forecester atau tenaga prakiraan cuaca,” ujar Catur.

Kata dia lagi, selain ke 3 tenaga forecester, juga sejak awal Maret 2010 BMGK Bima sudah memiliki radar cuaca yang akan membantu informasi prakiraan cuaca. Sehingga apa yang dinamakan angin putting beliung merupakan angin kencang yang gerakannya memutar. Terjadinya secara tiba-tiba dalam waktu relatif singkat tapi bukan badai. Angin kencang belum tentu dikatakan angin putting beliung, tergantung kecepatan angin yang menyertainya. “Angin kencang dapat berlangsung dalam periode lebih lama, lebih dari tiga puluh menit atau lebih dari satu hari dengan kecepatan rata-rata 20-30 km/jam,” urai catur.

Sedangkan putting beliung dengan kecepatan antara 40 – 50 km/jam atau lebih. Fenomena putting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba atau pada saat cuaca/hujan di musim hujan dan hujanya biasa terjadi di siang atau malam hari. “Tapi putting beliung bisa saja terjadi di malam hari”, tandas Catur. (BIM)

No comments:

Post a Comment