text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: UPT Disnak Woha Laksanakan Semprot Massal
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Thursday, 22 March 2012

UPT Disnak Woha Laksanakan Semprot Massal


Ilustrasi
Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Peternakan Kecamatan Woha, Abdullah Muhsin mempimpin langsung kegiatan penyemprotan massal untuk mengantisipasi mati mendadaknya unggas di 15 desa yang ada di wilayah Kecamatan Woha.

Dijelaskanya, kegiatan itu sudah dimulai sejak Senin (19/3) pada Desa Tente dan Rabakodo. Setiap harinya, dilakukan pada dua desa dan pada Rabu (21/3) berlangsung di Desa Naru dan Nisa. “Kegiatan penyemprotan ini untuk menjawab laporan masyarakat atas mati mendadaknya unggas”, ujar Abdullah, Rabu di Naru.

Menurutnya, penyemporotan itu berlangsung di beberapa lokasi tempat matinya unggas, sehingga tidak seluruh kampung disemprot dengan menggunakan obat desinfektan atau obat pembasmi virus. “Anggaran untuk itu bersumber dari bantuan Dinas Peternakan Kabupaten Bima”, ujarnya.


Unggas yang sudah mati secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Woha sudah mencapai 1000 lebih ekor. Di Talabiu, menurut pengakuan Ahmad HMS warga Talabiu, ayamnya sudah mati secara mendadak sebanyak 25 ekor. Yang tersisa, beberapa ekor. “Mestinya unggas tidak akan mati mendadak, andai kata pemiliknya mau melakukan vaksinasi minimal tiga bulan sekali,” pinta Abdullah.

Abdulah menambahkan, kesadaran masyarakat untuk vaksinasi ternak masih sangat rendah, sehingga begitu ada kejadian mati mendadak seperti sekarang mengalami kerugian besar. Padahal kerugian itu bisa diatasi, pemilik unggas tinggal beli obat dan petugas kesehatan dari UPT Disnak Woha akan datang melakukan penyuntikan. “Kematian unggas bisa dicegah, asal divaksin setiap 3 bulan sekali”, pinta Abdullah. (Tami)

No comments:

Post a Comment