text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: 145 Personil Polisi Awasi UN SMP-SMA
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Friday, 27 April 2012

145 Personil Polisi Awasi UN SMP-SMA


Selama berlangsungnya Ujian Nasional baik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), Personil Polisi dilibatkan melakukan pengawasan.
Kapolres Bima AKBP Dede Alamsyah, SIk. saat di temui di Polsek Woha Kamis (26/4), menjelaskan, selama pelaksanaan Ujian Nasional, belum ada laporan ataupun ditemukan pelanggaran. Termasuk adanya penyebaran kunci jawaban, Kepolisian Resort Kabupaten Bima dalam pengawasan itu melibatkan sebanyak 145 personil untuk SMP. Sedangkan di tingkat SMA hanya 87 orang, “Alhamdulillah, belum ada pelanggaran ataupun kebocoran soal maupun kunci jawaban yang kami terima. Jalannya pelaksanaan UN cukup aman, lancar dan tertib,” ujar Dede yang di amini Usman selaku Kapolsek Woha.

Sedangkan pada pelaksanaan UAS di tingkat sekolah dasar, Kapolres mengatakan belum ada permintaan untuk melakukan pengawasan. Pihaknya, pada saat pelaksanaan UAS-UN di tingkat SD hanya melakukan patroli keliling. “Kami siap membantu pengawasan apabila di butuhkan. Namun kami tetap melakukan patroli, anggota Polsek akan terjun patrol keliling nantinya,” jawab Dede.
Lanjutnya, dengan situasi yang tertib, lancar dan aman itu di harapkan nanti pada saat pengumuman hasil Ujianpun akan berkondisi seperti sekarang. Eforia para siswa yang dinyatakan lulus, diharapkan agar mampu menahan diri.
Bagi yang tidak lulus harus bersabar, jangan mengambil tindakan yang anarkis.
Tidak akan ada insiden pengrusakan oleh siswa sebagai bentuk ketidak puasan atas ketidak lulusan itu. “Saya berharap orang tua juga harus mampu membimbing putra putrinya, jangan sampai ada hal – hal yang negative apalagi jika ada anarkis pada saat pengumuman nanti,” harap Dede. (ZUL)

No comments:

Post a Comment