text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: 500 Proposal Sapi Diterima Dinas Peternakan
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Monday, 2 April 2012

500 Proposal Sapi Diterima Dinas Peternakan

Ilustrasi
Tahun ini, Bidang Budidaya Dinas Peternakan Kabupaten Bima menerima kebanjiran proposal untuk program Penyelamatan Sapi Betina Produktif (PSPB) dan program Insentif Penyelamatan Sapi Betina Produktif (IPBP). Dari kedua program itu, dinas setempat sudah menerima proposal dari berbagai kecamatan mencapai 500 proposal.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Peternakan, Ir. Rusdi, Sabtu (31/4) mengatakan, kecamatan yang paling banyak mengajukan proposal yakni, Kecamatan Donggo yang mencapai 50 proposal, menyusul Kecamatan Monta 45 proposal, diikuti Madapangga 35 proposal. Sedangkan kecamatan lainnya tidak sebanyak tiga kecamatan tersebut.
Kata dia, setelah menerima semua proposal, tim tekhnis menindaklanjutinya dengan survei dan identivikasi kelompok. “Dari proposal yang sudah masuk, setengahnya sudah disurvei dan diidentifikasi oleh tim tekhnis. Dan sudah diserahkan ke Dinas Peternakan Provinsi NTB”, akunya.

Untuk setengahnya, Rusdi mengakui, hingga saat ini tim tekhnis masih terus melakukan survei dan identifikasi, kemudian akan berakhir pada waktu yang ditetapkan Dinas Peternakan Provinsi. “Kapan berakhirnya kami belum tahu. Namun yang pasti, kami terus melakukan survei hingga semuanya selesai dan diserahkan ke Dinas Peternakan Provinsi”, jelasanya.
Di provinsi, selanjutnya akan menetapkan siapa dari semua kelompok yang memasukan proposal untuk menjalankan dua program tersebut. “Kami di sini tidak bisa mengintervensi penetapan dari provinsi karena itu hak mereka yang memutuskan kelompok mana yang menjalankan program ini. Tentu, kelompok yang sudah mendapatkannya, tidak akan diberikan lagi”, tambahnya.
Ditanya jumlah kelompok yang akan diambil untuk menjalankan dua program tersebut? Rusdi mengaku, dari rencana, untuk program PSPB sebanyak lima kelompok, kemudian untuk IPBP sebanyak 20 kelompok. “Jatah kita untuk tahun ini secara keseluruhan hanya 25 kelompok”, terangnya. (MUS)

No comments:

Post a Comment