text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Penghuni Rumah ‘Mewah’ Rentan Disengat Tomcat
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Monday, 9 April 2012

Penghuni Rumah ‘Mewah’ Rentan Disengat Tomcat

Tomcat, sepertinya bukan jenis serangga baru di Bima, khususnya di Kecamatan Woha. Beberapa warga di kecamatan setempat, sejak dua tahun lalu sudah pernah tersengat oleh jenis serangga yang kini tengah menghebohkan dunia Indonesia tersebut. Siapa dan lokasi mana saja yang rentan dengan serangga yang menakutkan ini?

Pertama mendengar Tomcat berikut dampak gigitannya melalui media cetak dan elektronik, betapa kuatir dan takutnya Rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Kabupaten Bima, kecamatan Woha khususnya. Hebohnya pemberitaan akan ‘tajamnya’ sengatan serangga yang konon kerap muncul setiap panen padi ini, menjadi buah bibir masyarakat.
Jompa Mbojo tak membiarkan isu hadirnya jenis serangga yang konon menggigit hingga kulit terkelupas itu. Sebelum menelusuri ‘mewabahnya’ Tomcat di masyarakat Woha, tim peliput Jompa Mbojo membaca dan pelajari bentuk dan jenis Tomcat serta akibat gigitannya, melalui situs dan website media online, kemudian membidik lokasi yang rentan akan serangga Tomcat.

Desa Naru Kecamatan Woha, jadi sasaran utama bidikan tim peliput untuk menelusuri keberadaan Tomcat dan warga yang telah menjadi korban gigitannya. Berjam-jam mengelilingi lokasi persahawan Desa Naru, tak satupun petani yang mengaku pernah digigit Tomcat. Bahkan, kebanyakan dari mereka terheran-heran mendengar nama itu serta bertanya jenis serangga dimaksud.
Pasca heboh mewabahnya jenis serangga tersebut di berbagai belahan Nusantara ini, sepantauan Jompa Mbojo, media massa baik cetak maupun elektronik belum pernah mengekspose adanya serangga Tomcat dan korbannya di Kabupaten atau Kota Bima. Mungkin, hal tersebut dilatarbelakangi ketidaktahuan warga akan jenis Tomcat serta menganggap bahwa Tomcat bukanlah jenis serangga yang membahayakan jiwa manusia.
Selang beberapa saat setelah menelusuri Tomcat di Desa Naru, Jompa Mbojo didatangi salah seorang warga Desa Naru Kecamatan Woha sembari menenteng plastic bening yang didalamnya berisikan serangga tersebut. Khairil Anwar, S.Pd, adalah sosok yang memperlihatkan serangga Tomcat pada Kampung Media ini.
Khairil Anwar, yang juga guru Biologi pada salah satu SMA Negeri di Kecamatan Woha itu bercerita banyak soal Tomcat. Menurut dia, Tomcat bukanlah ‘barang baru’ bagi dia dan tetangganya. Pasalnya, sejak dua tahun lalu, gigitannya sudah mereka rasakan. “Gigitannya memang ampuh. Awalnya, kami mengira diserang cacar air dan sejenisnya. Saya tahu gigitan itu setelah nonton berita di televise,” urai Khairil.
Selain Khairil, tetangganya Suhardi dan M.Yusuf juga sudah pernah disengat Tomcat. Jenis luka yang diakibatkan oleh gigitan serangga ini, persis seperti cacar bahkan seperti luka bakar. “Hampir semua penghuni Rumah Mepet Sawah (Mewah) sudah terkena gigitan serangga ini. Awalnya kami tidak mengira saja kalau mewabahnya serangga ini begitu heboh. Padahal bagi kami, biasa-biasa saja karena sudah sering digigit Tomcat,” aku Suhardi.
Berapa lama luka gigitan Tomcat dan apa jenis obatnya? Menurut Khairil, Suhardi maupun M.Yusuf, luka yang diakibatkan oleh serangga tersebut berkisar antara 3 hari bahkan ada yang sampai sepekan lamanya. Parahnya, kata mereka, jika gigitannya pada bagian mata. “Saya pernah disengat persis di bagian mata. Sakitnya luar biasa dan awalnya saya hanya mengobati dengan cara tradisional yakni dengan mendatangi pawang cacar. Karena mengira terkena cacar ular,” tambah Yusuf.
Berbagai jenis obat sudah dicoba untuk menyebuhkan gigitan Tomcat. Namun dari cara tradisional yang ditempuh, bedak viva-lah yang paling ampuh dan mampu patahkan menjalarnya bakteri yang diakibatkan gigitan serangga itu. Sampai sekarang, warga yang berdomisili di dekat persawahan, mengobati gigitan Tomcat dengan bedak dan terbukti mampu menyembuhkannya. “Kami ga ngerti apa yang terkandung dalam bedak kecantikan itu sehingga bisa untuk mengobati gigitan Tomcat,” tandas Khairil yang diamini Suhardi dan Yusuf. (Joe)

No comments:

Post a Comment