text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Facebook Kalahkan Google?
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Friday, 4 May 2012

Facebook Kalahkan Google?


Sebagaimana diunjuk Alexa.com dalam rilisan terbaru mereka  Mei 2012 pada entri Top Sites In Indonesia, Facebook masih merupakan situs yang paling banyak dikunjungi pemakai internet di Indonesia bahkan mengalahkan google yang nota bene punggawanya bisnis internet.
Sejumlah operator warnet yang masih beroperasi di Kabupaten Bima, mengakui rilis Alexa tersebut bukan hasil pengukuran yang spekulatif, mereka bisa melihat dengan mata kepala sendiri betapa semakin meningkatnya pecandu facebook dari hari ke hari.
Aktivitas di Warung Internet (Warnet) di Desa Tente Kecamatan Woha, seolah menguatkan pernyataan yang dirilis Alexa.com Kisah segerombolan anak berseragam Sekolah Dasar (SD) yang bergegas masuk dan berdesak-desakan 4 bahkan sampai 5 orang dalam satu bilik Warnet, adalah contoh kecil gambaran pernyataan tersebut.
Facebook, menjadi sasaran utama situs yang dikunjungi anak-anak itu. Kendati ketertarikannya belum sampai pada tingkat update status, namun fitur game pada situs tersebut bisa menarik ketertarikan mereka. Setidaknya, Facebook sudah tak asing di mata mereka meski akun dibuatkan oleh kakak-kakaknya.

Ramon, operator Ovan Net Desa Tente Kecamatan Woha, Kamis (3/5) mengatakan, hampir 11 dari 12 orang pelanggannya mengunjungi situs facebook. Kata dia, meski tidak semua penuju Facebook sebagai alasan utama mereka ngenet, tapi dia tahu pelanggan tetap mengunjungi facebook sebagai traffict sekunder.
Ramon mengklaim, hampir 80 prsen pengunjung warnetnya adalah anak-anak sekolah mulai dari SD sampai SMA. Sebagian dari mereka, datang dengan alasan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Namun tetap saja pemakaian waktu terbanyak mereka habiskan untuk facebookan.  
“Paling dari 1 jam mereka hanya menghabiskan 20 menit untuk mencari tugas. Selebihnya 40 menit mereka pakai untuk itu (Facebook, Red). Coba lihat saja gerombolan anak SD di bilik 5 dan 7, mereka sekedar mampir beberapa menit untuk mencari tahu kode Cheat (cara curang dalam bermain, Red) Game Playstation tapi sekarang mereka mulai terbiasa bermain Facebook sampai sejam,” paparnya.
Lain lagi dengn anggapan Andi dan Udin. Dua pemuda asal Desa Sie Kecamatan Monta ini mengaku, rela dating dari jauh hanya untuk bermain facebook. “Kami bisa saja facebookan di rumah melalui Handphone (HP) tapi tetap kurang puas kalau hanya menikmati ‘wisata maya’ lewat layar yang begitu kecil. Belum lagi kalau lola (loading lama) kan malu terlambat balas komen teman-teman,” akunya.
Ketika ditanyakan google, yahoo dan blogspot atau wordpress, mereka belum tahu menahu tentang situs-situs tersebut. Dalam benak keduanya, berinternet hanya facebook. “Facebook untuk mencari teman dan kami bisa update status dan saling memberikan komentar atas status tersebut. Senang sekali, Mas! Kalau status kita banyak yang komen dan sangat bangga kalau kita punya banyak teman di facebook,” imbuhnya.
Menanggapi fenomena tersebut, H. Amir, tokoh masyarakat Desa Naru Kecamatan Woha, mengatakan, kecanduan facebook sebagai sesuatu yang mengarah kepada proses krisis identitas. “Kebanyakan dari Facebooker (Pengguna facebook, red) apalagi untuk anak muda, mendifinisikan eksistensi dirinya berdasarkan banyaknya teman dan komentar pada statusnya di Facebook, mereka merasa selebriti mini yang dikagumi kalau statusnya banyak yang komen,” sentilnya.
Dirinya tidak menafikan manfaat facebook sebagai tempat diskusi dan pengenalan produk, atau lahan mencari dukungan, dan lainnya. Tapi sangat banyak facebookers yang tidak bijak memanfaatkan potensi facebook. “Saya harap facebook digunakan dengan bijak oleh kalangan pemuda dan maksimalisasi peran orang tua dan guru dalam mengawal aktivitas berinternet oleh anak-anaknya. MUS

No comments:

Post a Comment