text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Cemburu, Istri Bacok Suami
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Saturday, 9 June 2012

Cemburu, Istri Bacok Suami

Malang nian nasib Eka Setiawan. Pria 23 tahun asal Desa Tente Kecamatan Woha itu nyaris tewas dibacok Istrinya berinisial RFP. Aksi tersebut dilakukan RFP saat suaminya berbaring di tempat tidur, sekitar pukul 05.30 Wita, di rumahnya Desa Tenga Kecamatan Woha.
Sekitar pukul 07.30 Wita, Puskesmas Woha mendadak ramai. Keluarga besar korban yang berdomisili di lingkungan Kananga (Bante) dan tak jauh dari Puskesmas setempat, berkerumun melihat kondisi korban yang berlumuran darah. Bahkan, orang tua korban mendadak pingsan mendengar anaknya dibacok.
Eka Setiawan, yang ditanya Koran ini saat berbaring lesu di UGD Puskesmas Woha, mengaku kaget dengan serangan tiba-tiba dari istrinya. Dia dibacok saat berbaring di tempat tidur rumahnya. “Saat saya masih tidur, saya dibacok Istri saya di bagian kepala dengan menggunakan parang. Saya tak bisa mengelak karena posisi saya saat itu lagi berbaring,” cerita Eka.

Apa latar? Eka mengaku tak ada masalah serius dalam rumah tangga. Istrinya hanya cemburu karena dia sering pulang telat dan terkadang tidak tidur di rumah. Diakui korban, sebelum kejadian dirinya tidak pulang rumah selama dua hari. “Mungkin karena saya tidak pulang rumah selama dua hari, sehingga istri saya semakin cemburu,” tutur Eka terbata-bata. 
Korban mengalami luka serius di kepala bagian kiri, tangan kanan serta jari telunjuk nyaris putus. Menurut Kepala Tata Usaha Puskesmas Woha, Mahfud, bagian kepala korban dijahit dalam empat kali, dijahit luar enam kali. Luka robek di lengan bawah sikut, tujuh kali jahit dalam dan lima kali jahit luar. “Jari telunjuknya dijahit sebanyak delapan kali. Sepintas melihat luka yang dialami korban, pelaku membacok menggunakan benda tajam,” urainya
Keluarga korban, Abdul Muis, marah besar akan aksi pembacokan yang dilakukan RFP atas suaminya. Kata dia, jika saja polisi tidak segera mengamankan pelaku, dia dan warga Bante lainnya sudah mendatangi rumah pelaku untuk balas dendam. “Saya menilai cara ini sebagai upaya melakukan pembunuhan. Masa’ suami sedang tidur dibacok menggunakan parang,” sesal Muis, paman korban.
Muis mengaku tidak akan memberikan peluang upaya kekeluargaan dalam masalah tersebut. Bahkan dia meminta pihak kepolisian untuk memberikan hukuman setimpal kepada pelaku, karena tindakan tersebut melanggar hokum. “JIka polisi tidak adil menghukum pelaku, kami akan menempuh hokum dan cara kami,” ancam Muis.
Sementara istri korban, RFP yang dikonfirmasi di Kantor Polres Bima di Desa Panda, tidak membantah membacok suaminya. Dia melakukan itu lantaran merasa kesal dengan ulah suaminya yang sering main perempuan dan jarang pulang rumah. Ibu satu anak berusia 23 tahun itu, hanya bisa menangis ketika ditanya wartawan. “Dia (suaminya,red) juga sering memukul saya,” papar RFP sambil menangis. Joe

1 comment:

  1. hati2!!! infonya ada wartawan KM yang jarang pulang rumah. hehehe

    ReplyDelete