text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: PDAM Cuek, Jalan Provinsi Hancur
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Saturday, 9 June 2012

PDAM Cuek, Jalan Provinsi Hancur


Jalur jalan Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Woha dengan Monta, Monta dalam, serta Kecamatan Parado rusak parah. Kerusakan tersebut diakibatkan sikap apatisme Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bima.
Pantauan Jompa Mbojo, di beberapa titik terjadi kebocoran pipa air yang mengakibatkan air meluber ke badan jalan. Air tersebut, sedikit demi sedikit mengikis aspal sehingga berlubang. Kondisi demikian telah berlangsung lama, namun terkesan dibiarkan oleh petugas PDAM.

Warga Desa Naru Kecamatan Woha, Abdul Hafid, menyayangkan sikap PDAM yang tak menggubris kebocoran pipa. Kata Hafid, akibat kerusakan jalan yang diakibatkan melubernya air dari pipa PDAM tersebut, tak sedikit melukai pengguna jalan karena kecelakaan. “Sudah berapa kali terjadi kecelakaan di depan rumah saya. Hal ini diakibatkan kondisi jalan licin ditambah lagi jalan berlubang,” keluh Hafid.
Hafid memperkirakan, bocornya pipa penyuplai air dari DAM Pela Parado tersebut sudah berlangsung hamper empat bulan. Petugas PDAM yang sering melintasi jalur setempat, tidak mampu berbuat apa-apa dan hanya melihat air yang keluar dari bocoran pipa. “Entah apa alasannya, petugas PDAM hanya melihat saja air yang meluap dari pipa,” katanya.
Selain bocornya pipa PDAM, air pembuangan dari dapur warga desa setempat, juga merusak sarana jalan Provinsi. Tak adanya parit yang bisa mengairi air, membuat kondisi jalan becek dan berlubang. “Sekitar lima meter dari luberan air pipa bocor, juga ada pembuangan air dapur warga yang langsung melintas di bahu jalan. Hal ini terjadi karena tak adanya parit,” kata Mahasiswa Bima itu.
Petugas PDAM Parado yang kebetulan warga Desa Naru, Nurhidayat Gaffar, mengaku mengetahui bocornya pipa leding tersebut. Namun dia tidak bisa berbuat banyak karena belum ada perintah untuk memperbaikinya. “Untuk memperbaiki pipa ini, tidak sekedar saya menggalinya saja. Tapi butuh dana untuk mengganti pipa bocor,” ucap Dayat.
Dia juga mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada PDAM Kabupaten Bima. Namun hingga saat ini, laporan tersebut belum mendpat tanggapan dar Direksinya. “Kami tinggal tunggu perintah untuk memperbaiki pipa bocor ini. Kalau bicara mengganggu, memang kebocoran pipa ini sangat mengganggu pengguna jalan,” tandasnya. Joe

No comments:

Post a Comment