text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Jalan Pagi Puasa Diwarnai Letusan
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Sunday, 22 July 2012

Jalan Pagi Puasa Diwarnai Letusan


Ilustrasi
Selain kerap terdengar malam hari menjelang sholat Isya hingga sholat tarawih, suara letusan mercon atau petasan kerap terdengar di pagi buta, saat jalan-jalan pagi usai sholat subuh. Warga Desa Naru yang bermukim di jalur lintas Tente – Tenga Kecamatan Woha, praktis tak bisa istirahat lantaran kaget dengan suara letusan yang dahsyat itu.
Iskandar, warga Desa Naru merasa risih dengan suara letusan mercon di pagi buta, usai sholat subuh. Kata dia, pada jam-jam seperti itu, warga lain yang telah menjalankan sholat subuh dan tidak ikut jalan-jalan, memanfaatkan waktu untuk istirahat. “Jam 5.30-06.00 masih bisa kami manfaatkan untuk sejenak beristirahat,” keluhnya.

Menurut Iskandar, maraknya anak-anak yang bermain mercon atau petasan, bertolak dari penjualan yang dilakukan secara bebas, tanpa pengawalan dari aparat berwajib.
Selain itu, pihak aparat juga hampir tak pernah melakukan operasi malam hari saat umat menjalankan ibadah sholat Isya dan tarawih. “Harus dibikin kapok anak-anak yang suka main mercon, biar tidak mengganggu ketenangan warga,” katanya.
Dia berharap, pihak aparat dapat melakukan operasi secara kontinu agar anak-anak tidak lagi bermain petasan pada malam hari. Selain operasi di tengah masyarakat, Iskandar juga berharap pihak aparat dapat melakukan razia di pasar secara rutin.
“Penjual atau pengguna mercon itu kan melanggar undang-undang. Kenapa harus dibiarkan. Saya harap aparat sesegera mungkinlah melakukan operasi di pasar atau menangkap pedagang mercon di kampung-kampung,” pintanya. (Bim)

No comments:

Post a Comment