text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Pedagang Dadakan di Pasar Tente
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Friday, 27 July 2012

Pedagang Dadakan di Pasar Tente


Ilustrasi
Pasar Tente Kecamatan Woha yang biasanya dipadati deretan pedagang bakulan, sejak memasuki Bulan Suci Ramadhan ini, sedikit tampak beda. Mulai pukul 15.00-17.30 Wita, pasar setempat diisi pedagang dadakan yang menyuguhkan berbagai aneka hidangan untuk berbuka dan sahur.
Mulai dari berbagai jenis sayur dan ikan siap saji, berderet mengisi lorong-lorong pasar. Bahkan, ada yang langsung siapin tungku dan sarana lain untuk memanggang ayam dan bakar ikan. Selain itu, deretan penjual berbagai jenis makanan selingan seperti kolak, onde-onde, pastel dan beraneka jajan lainnya, juga mengisi kepadatan pasar ramadhan.
Berbelanja di pasar Ramadhan Desa Tente, sepertinya tak perlu merogoh kocek beratus-ratus ribu. Karena banderol beraneka jenis makanan siap saji di pasar setempat, relatif murah. Bahkan, untuk jenis sayur yang sudah matang, membeli 2000 perak saja, cukup disantap sampai lima orang. Belum lagi harga ikan dan makanan lain yang kisaran harganya hanya 5000-belasan ribu rupiah saja.

Nurhaidah, pedagang pakaian di pasar Tente, mengatakan, di pasar ramadhan ini hampir semua diisi oleh pedagang-pedagang baru. Ibu-ibu yang memiliki keterampilan membuat jajan dan bisa berkreasi menyajikan menu terbaru dan khas daerah, mengambil tempat untuk mengisi pasar Tente. “Pasar sore sangat ramai. Dan kebanyakan warga Tente dan sekitarnya berbelanja pada sore hari untuk kebutuhan berbuka dan sahur,” kata Nurhaidah.
Bagaimana dengan dagangan jenis pakaian dan sebagainya? Kata Nurhaidah, untuk awal-awal puasa seperti sekarang ini, peminat pakaian belum ramai. Biasanya, pembeli mulai berbelanja pakaian untuk persiapan lebaran, pada masa pertengahan puasa nanti.
Sementara Siti Maryam Juki, salah seorang pedagang berbagai jenis sayur dan jajan mengaku, dirinya bukanlah pedagang tetap di pasar Tente. Ibu berusia 50an tahun itu hanya berjualan disaat bulan Ramadhan saja. “Setiap tahun saat Ramadhan tiba, saya tetap berjualan di pasar Tente. Alhamdulillah, berbagai jenis makanan siap saji yang saya selalu laris,” aku Maryam.
Bagaimana dengan keuntungan yang diperoleh? Menurutnya, berdagang aneka makanan siap saji, keuntungannya bisa dua kali lipat. Dia dibantu anaknya, memasak makanan di rumah dengan menggunakan alat tradisional seperti menggunakan kayu bakar. “Kami tidak menggunakan komnpor atau gas. Alat sederhana yang kami gunakan untuk memasak dagangan ini, menggunakan tungku dan kayu bakar,” jelasnya. [Joe]

No comments:

Post a Comment