text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Di Pinggir Gunung, Bukan Berarti Pandai tak Bisa Juara
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Saturday, 27 April 2013

Di Pinggir Gunung, Bukan Berarti Pandai tak Bisa Juara



Ilustrasi
Safari (Roadshow) penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2013 memasuki hari ke-17 dari 18 hari yang dijadwalkan. Artinya sudah 17 desa yang menjadi duta masing-masing kecamatan telah dikunjungi Tim Juri. Kamis (25/4) Tim Juri melakukan penilaian di desa Pandai Kecamatan Woha. Kedatangan Tim yang beranggotakan 13 orang disambut permainan Gantao yang atraktif.

Tampak diantara penyambut, Camat Woha Drs. Dahlan, Forum Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa Pandai dan warga yang sudah sejak pagi menunggu di tepi jalan. Kepala Desa Pandai Sudirman, SE dalam pemaparannya di Paruga Desa setempat mengatakan desa yang dipimpinnya siap menjuarai lomba desa tahun ini.

 Alasan Kades, pertama di Pandai jumlah penduduk buta huruf menurun dari 194 orang tahun 2011 menjadi 142 orang pada tahun 2012. "Hal itu didukung dengan prasarana pendidikan SD sampai SLTP dan Lembaga Pendidikan Agama serta Kursus-kursus," jelas Kades.

Keberhasilan ini, tidak beda jauh dengan bidang kesehatan, dimana tahun 2011 dan 2012 tidak ada kematian bayi dan balita gizi buruk tahun 2012 tidak ada. Kepemilikan jamban Rumah Tangga pada tahun 2011 sebanyak 326 unit meningkat menjadi 390 unit pada tahun 2012. Data dan fakta ini diharapkan membuat desa Pandai bisa unggul dari desa lainnya. Diakui Sudirman, keberhasilan ini atas partisipasi seluruh elemen masyarakat pandai yang selalu bersama membangun desa. "Mudah-mudahan desa Pandai yang berada di pinggir gunung ini bisa mengungguli desa lainnya," katanya. Camat Woha Drs. Dahlan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Juri.
Dirinya berharap, kehadiran Tim Juri yang melakukan penilaian di wilahnya berlangsung obyektif dan transparan, "silahkan Tim Juri menilai pekarangan warga, lingkungan dan administrasi desa." Kata Camat.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penilai Syafrudin Daud, S.Sos mengatakan penilaian lomba desa tahun ini ditambah 1 indikator penilaian dari 8 indikator sebelumnya yaitu lingkungan hidup. Indikator ini akan mencakup pengelolaan sampah, sungai, mata air, penggiat lingkungan dan ruang terbuka hijau.

"Semua indikator dan subindikator harus diisi sesuai kenyataan di lapangan kalau ingin menang". Katanya. Kalau desa tidak pernah ikut lomba desa, tidak akan pernah baik administrasi desa dan lingkungan tidak pernah diperhatikan.

Dengan keikutsertaan desa Pandai dalam lomba desa ini banyak manfaat yang diperoleh, diantaranya data administrasi desa mulai dilengkapi dan warga terbiasa dengan hidup bersih. "Juara bisa diraih kalau penyusunan data dan penataan lingkungan bisa dimaksimalkan, tapi yang penting perubahan perilaku warga," urai Syafrudin. (Bim)

No comments:

Post a Comment