text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Aneka Kue Kering di Pasar Sore Tente
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Monday, 15 July 2013

Aneka Kue Kering di Pasar Sore Tente


Ilustrasi

“Pasar Sore Tente”, demikian aktivitas perbelanjaan yang berlokasi di Pasar tradisional Tente Kecamatan Woha itu disebut. Pasar Sore ini biasanya mulai dibuka sekitar pukul 15.00 sampai 18.00, dan masih terlihat ramai dijejali oleh para penjaja dan pembeli yang datang dari berbagai desa dan kecamatan. Bahkan tidak sedikit pedagang yang datang dari Kota Bima mencari peruntungan di Pasar Sore Tente.

Sebut saja Asiah (42 tahun) warga Pane Kota Bima mengaku sudah lebih dari 5 kali Ramadhan dia rutin menjaja dagangannya di Pasar Sore Tente dan membawa pulang keuntungan yang relatif lebih besar dibandingkan jika dia menggelar dagangannya di Pasar lain. “pasar sore tente tidak terlihat melesu dari tahun ke tahunnya, malah kesannya semakin ramai dan dagangan saya (aneka roti kering dan kue basah) lebih laku dan lebih untung”, Aku Asiah.

Bulan Ramadhan memang tidak pernah terlepas dari fenomena kuliner. Dari liputan Jompa Mbojo, ahad (14/07) Pasar Sore Tente yang hanya dapat kita jumpai pada bulan ramadhan ini digelar di sepanjang jalan masuk Pasar Tente. Sisi kiri dan kanan jalan penuh dengan jajanan lauk pauk dan panganan khas Ramadhan sampai ke pintu masuk pasar.

Terlihat di Jantung Pasar tente tidak ada pedagang yang menjajakan dagangannya, para pedagang yang tidak mendapat tempat di sepanjang jalan masuk pasar lebih meminati lokasi terminal untuk menggelar dagangannya.

“Tidak ada pembeli yang mau bersusah payah masuk jauh ke dalam jantung pasar sana, makanya kita pikir lebih menjanjikan menggelar dagangan di sini (terminal, red)”, demikian Ma’rifat (38 tahun) warga desa Nisa Kecamatan Woha berkilah. Lagipula, lanjut Makrifat ini hanyalah pasar musiman dan tidak ada aktiivitas transportasi yang berarti di sore hari di Terminal Tente, lebih bijaksana digunakan untuk menjaja makanan ramadhan. Yang menarik menurut ma’rifat bahwa para pedagang sudah berkomitment untuk tidak membuang sampah secara semabarangan di lokasi dagangan mereka.

Beberapa pengunjung Pasar Sore Tente yang diwawancara Jompa Mbojo, mengaku masih menjadikan Pasar Sore Tente sebagai idola untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa dan sahur di Bulan Ramadhan. Bahkan banyak bahan makanan dan panganan yang lebih mudah untuk dijumpai dan relatif murah untuk dibeli dibandingkan dengan pasar reguler Tente di pagi harinya.

Kata pembeli, khususnya untuk panganan dan bahan makanan, pasar sore lebih ramai dibandingkan pasar reguler. “Lucu khan kalau di Bima yang hampir 97 persennya Muslim menjajakan makanan di pagi hari”, kilah Ririn (25 tahun) salah seorang pengunjung Pasar Sore. [Mus]

No comments:

Post a Comment