text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Heboh, Lele Raksasa di Jembatan Tente
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Saturday, 6 September 2014

Heboh, Lele Raksasa di Jembatan Tente

Para pengguna jalan yang ingin melintasi Jembatan Tente dan warga di sekitarnya menjadi heboh oleh kemunculan ikan lele berukuran raksasa yang terlihat asyik berenang di permukaan sungai, tepatnya di kaki jembatan. Tak ayal, akibat kerumunan tersebut membuat arus kendaraan, pada Jum’at (05/9) menjelang siang tersendat-sendat selama hampir 30 menit.

Awalnya, kemunculan lele raksasa tersebut dilihat oleh Usman (40 tahun), warga Desa Naru. Yang ketika itu sayup-sayup ia mendengar gelepakan air di kaki jembatan. Penasaran, iapun menengok ke arah sumber suara, dan ia terbelalak ketika melihat ada seekor ikan lele dengan ukuran yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Sontak, ia memanggil orang-orang di sekitarnya untuk melihat. Hanya dalam hitungan menit jembatan menjadi padat oleh kerumunan warga. Tidak sedikit pula pengguna jalan yang heran melihat kerumunan ikut bergabung dan membuat jalanan hamper lumpuh total.

Sayangnya, ketika Jompa tiba di lokasi, ikan lele tersebut telah menyelusup masuk ke kedalam air sungai. Akibat ditembak dengan senapan oleh salah satu warga. Tapi menurut beberapa sumber di lokasi. Ikan lele tersebut memiliki panjang mencapai 1 meter, dengan diameter seukuran paha orang dewasa yang relatif gemuk. Bahkan ada yang mengatakannya “segede bayi”. Tapi memang, menurut mereka, lele seukuran itu belum pernah mereka lihat sebelumnya, bahkan di TV-TV.

Tidak sedikit dari mereka yang berspekulasi, bahwa yang mereka lihat adalah lele jadi-jadian. “Ini khan hari Jum’at. Lele segede gitu emangnya dah hidup berapa tahun. Bisa jadi itu lele jadi-jadian. Masa segede gitu,” heran Astian, salah seorang pelintas.

Ditengarai banyak pihak, bahwa kemunculan lele tersebut adalah akibat dari racun ikan yang ditebarkan oleh beberapa pemancing sehari sebelumnya, Kamis (04/9). Sehingga memaksanya untuk mencari lebih banyak oksigen di permukaan.

Mengadu untung, ramai warga menebar jala di tempat mana lele tersebut terakhir menghilang. Tapi hingga sore harinya, tidak terdengar kabar lele raksa tersebut terjerat jala. (Alv)

Foto : ILUSTRASI

No comments:

Post a Comment