text-align: left;"> KAMPUNG MEDIA "JOMPA - MBOJO" KABUPATEN BIMA: Bupati H. Syafrudin: Kelola Dana Desa, Kades Jangan Jalan Sendiri
Info

SELAMAT DATANG

Di Kabupaten Bima, Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk yakni, JOMPA MBOJO. Pasca dikukuhkan di Kantor Camat Woha pada tahun 2009, Kampung Media JOMPA MBOJO secara langsung membangun komunikasi dengan DISHUBKOMINFO Kab. Bima. Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012), JOMPA MBOJO mendapatkan penghargaan pada kategori “The Best Promotor”, yang merupakan penilaian tentang peran serta Pemerintah Daerah dalam menunjang segala kegiatan Komunitas Kampung Media, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI.

Sekilas Tentang Admin

Bambang Bimawan, tapi biasa dipanggil Bimbim.

Monday, 25 May 2015

Bupati H. Syafrudin: Kelola Dana Desa, Kades Jangan Jalan Sendiri

Rapat Koordinasi (Rakor) Perangkat Desa Se Kabupaten Bima Sabtu (23/5) yang mengundang 18 Camat, 191 Kades, 191 Sekdes dan 955 Kepala Urusan Desa Se Kabupaten Bima di Paruga NaE Kecamatan Woha, dimanfaatkan Bupati Bima Drs. H. Syafrudin H.M. Nur, M.Pd, M.M, untuk memberikan arahan menyangkut tata kelola administrasi pemerintahan di desa.

Dihadapan Kepala SKPD, Camat, Kades, Sekdes dan Kepala Urusan Desa Se-Kabupaten Bima, Bupati yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Nukrah, S.Sos dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bupati Bima memaparkan, pemberlakuan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa memberi "kemerdekaan" bagi desa karena memiliki kewenangan yang luas dalam mengelola sumberdaya di desa.
Namun demikian, lanjut Bupati, "semua pihak harus bersama-sama mengawal penerapan UU nomor 6 tentang Desa ini. Ini berarti bahwa Kepala desa dan perangkatnya harus mampu merumuskan dengan baik kegiatan di desa dan memahami dengan baik kondisi yang ada di desanya".

Dari sisi anggaran, dana yang dikucurkan kepada desa di Kabupaten Bima pada tahun 2014 sebesar Rp 28 dan jumlah ini meningkat secara fantastis menjadi Rp. 117 pada tahun 2015.

Disamping dana tersebut, Alhamdulillah tahun 2015, sesuai hasil Rapat Koordinasi dengan Kementerian Pembangunan Pedesaan dan Kementarian Dalam Negeri , Kabupaten Bima mendapat tambahan alokasi anggaran senilai Rp. 28 milyar. Sehingga total danayang dialokasikan pada 191 desa Se-Kabupaten Bima sebesar Rp. 145 milyar dan ini merupakan jumlah yang tertinggi se NTB". Terang Bupati.

Berdasarkan hasil Rakor dengan Kementerian terkait di Jakarta, komposisi atau rumusan perhitungan Alokasi Dana Desa (ADD) adalah 90 persen dibagi merata kepada seluruh desa 10 persen mengikuti luas wilayah dan penduduk". Jelas Bupati.

Agar pengelolaan dana desa ini sesuai harapan, Bupati menghimbau agar para Kepala Desa dapat memanfaatkan dengan baik dana ini dan memahami konsekuensi hukum apabila terbukti ada penyimpangan. Kades harus berjalan di atas rel aturan yang berlaku. Tidak boleh berjalan dan menjabarkan sendiri-sendiri tetapi harus dibahas dengan BPD". Tegas Bupati.

"Untuk memastikan pengunaan ADD ini sesuai aturan yang berlaku, Bupati akan memantau langsung penggunaan ADD ini". Kata Bupati.

Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDes) Kabupaten Bima, Abdul Wahab, SH, M Si dalam laporannya mengatakan, Rakor perangkat desa Se-Kabupaten Bima ini merupakan kegiatan sesama penyelenggara pemerintahan di desa untuk menyamakan visi dan persepsi yang menjadi tugas ke depan". Kata Wahab.

Mantan Kadis Sosial ini menjelaskan, dana desa akan segera dicairkan dan Rakor ini merupakan forum penting untuk menyampaikan informasi tentang pengelolaan ADD ini.

Anggaran sudah ditransfer Pemerintah Pusat sejak tanggal 12 Mei 2015 lalu dan tinggal dicairkan. Agar pencairan dana dilakukan lebih cepat, "Desa segera mengundangkan RAPBDEs menjadi APBDEs dan menyertakan hasil evaluasi yang dicantumkan dalam SK Bupati.

Disamping itu, Desa harus mendapatkan rekomendasi tertulis dari Camat masing-masing sebelum RAPBDes diundangkan. Agar informasi pembangunan diketahui masyarakat desa, Kades harus melakukan sosialisasi program kepada masyarakat desanya". Kata Wahab. (humas 01)

1 comment:

  1. KISAH SUKSES Lolos Jadi PNS Guru di Lingkungan Pemda daerah JAWA TIMUR.assalamu Alaikum wr wb-, Saya Ingin Berbagi cerita kepada Anda, Bahwa dulunya Saya hanya Seorang tenaga Honorer di Sekolah Dasar LAMONGAN JATIM. Sudah 8 Tahun Saya Jadi Tenaga honorer Belum diangkat Jadi PNS,Bahkan Saya Sudah berkali2 mengikuti Ujian, Dan membayar 40jt namun hasilnya nol Uang pun TIDAK Kembali, bahkan Saya Sempat putus asa,Namun Teman Saya memberikan no tlp Bpk.Drs DEDE JUNAEDY M.Si Selaku petinggi di BKN Pusat Yang di Kenalnya selaku kepala DIT Pengadaan PNS. Saya pun coba menghubungi beliau Dan beliau menyuruh Saya mengirim Berkas Saya melalui Email, Alhamdulillah No Nip Dan SK Saya Akhirnya Keluar. Allhamdulillah tentunya sy pun Sangat Gembira sekali,Jadi apapun keadaan Anda skarang Jangan Pernah putus asa Dan Terus berusaha, kalau Sudah Waktunya tuhan pasti kasih jalan,Ini Adalah kisah Nyata Dari Saya. Untuk hasil ini Saya ucapkan terimakasih kepada.1. ALLAH SWT; Karena KepadaNya kita meminta Dan memohon. 2. Terimakasih untuk khususnya Bpk. Drs DEDE JUNAEDY M.Si Di BKN PUSAT, Dan Dialah Yang membantu Kelulusan saya, Alhamdulillah SK Saya Tahun ini Bisa keluar. Teman Teman yg ingin seperti Saya silahkan Anda Hubungi Direktorat Pengadaan PNS, Drs DEDE JUNAEDY .No Tlp; 082348883717 , Siapa tau beliau Masih mau membantu.

    ReplyDelete